Pesan untukmu,,,

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun ? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.” (Anak Semua Bangsa-Pramudya Ananta Toer)

Minggu, Oktober 26, 2008

KRITIK SASTRA NOVEL “DILATASI MEMORI” Karya: Ari Nur Utami


Sinopsis :
Novel ini sebenarnya adalah lanjutan dari cerita dalam novel sebelumnya yang ditulis oleh penulis yang sama, yaitu Ari Nur yang berjudul Diorama Sepasang Al-Banna. Masih mengusung tema cinta pula, maka jalannya cerita dalam novel ini tidak bisa terpisahkan dari alur dalam novel pertama yang telah menjadi juara kedua sayembara menulis novel remaja Islami Mizan 2002. Banyaknya permintaan untuk lanjutan novel Diorama Sepasang Al-Banna itulah yang kemudian juga mendorong penulis untuk menulis novel Dilatasi Memori tersebut.
Cerita dimulai dari datangnya Galih, yang ternyata adalah teman kuliah Rani yang dulu pernah hampir menikahinya. Galih melihat ternyata Rani yang sudah berkeluarga dengan Ryan, suami yang begitu mencintainya dengan putra mereka Rizki. Tapi kembalinya Galih sebelumnya belum diketahui oleh keduanya setelah kemudian Galih ternyata menjadi partner kerja Rani di biro arsiteknya. Hal yang serupa ternyata juga terjadi pada Ryan, Dea, gadis yang begitu mencintainya juga dating kembali ke kehidupannya meskipun ia telah berstatus sebagai istri orang. Dea masih belum bisa merelakan dengan keadaan Ryan yang telah hidup bersama Rani. Maka, dengan usahanya ia ingin merusak rumah tangga keduanya.
Di sinilah, maka sebuah ikatan suci dalam pernikahan itu diuji. Bahwa cinta tidak cukup hanya mencintai, tapi kepercayaan dan kesetiaan sangat memegang peranan di dalamnya. Dan ketika cinta merasa dikhianati, yang menjadi pertanyaan adalah apakah dua insan yang ada di dalamnya mampu untuk membendung ujian itu dan menyelamatkan bahtera yang telah mereka bangun dengan impian mereka. Meskipun, dalam novel ini Ryan dan Rani digambarkan sebagai orang-orang yang cukup faham dengan makna cinta itu sendiri dan juga dikuatkan dengan pengetahuan mereka atas agama yang menjelaskan bahwa perceraian adalah perkara halal yang paling di benci Allah SWT.
Novel ini diakhiri dengan kembalinya dua hati itu dengan kesadaran atas kesalahpahaman yang terjadi dan kesadaran bahwa keduanya memang saling mencintai dan membutuhkan. Adanya putra tercinta juga membuat Ryan dan Rani untuk yakin kembali menata kehidupan mereka dengan lebih baik setelah ujian berat yang menimpa rumah tangga mereka.
Alur :
Secara umum, penggambaran alur dalam novel ini adalah alur maju, tapi dalam beberapa bagian cerita terdapat penggunaan alur mundur (flashback), seperti yang terdapat pada halaman 77-81, saat diceritakan tentang Rani yang bertemu dengan Galih untuk pertama kalinya setelah sembilan tahun mereka tidak bertemu sejak keputusan Galih untuk tidak menikahi Rani karena memilih gadis lain. Kenangan Rani kembali ke masa sembilan tahun yang telah lewat itu.

Untuk berapa lamanya mereka saling terdiam. Ada kepingan-kepingan memori yang tiba-tiba datang berhamburan, dilatari sebuah bangunan kampus dan tawa-tawa keceriaan. Juga ada keeping-keping kebencian, kepingan kesedihan……(hal 78)

Tokoh :
Penokohan yang terdapat dalam novel Dilatasi Memori adalah:
a. Protagonis
• Ryan : laki-laki pendiam, cerdas, cinta keluarga meski kadang sulit mengungkapkannya, sering gengsi bahkan dengan istrinya sendiri.

Aku bukan malaikat. Aku hanya manusia biasa yang sangat rentan berbuat salah. Banyak orang bilang aku ini jenius, kaya dan sebagainya, tapi aku tidak merasakan efek semuanya itu……kamu dan rifki adalah amanahku. Bantu aku untuk menghadapi pertanggungjawabanku di akhirat nanti. Aku mohon kerjasamamu, karena aku takkan mampu sendirian……(hal 62)

• Rani : istri yang cerdas, kadang polos, cinta keluarga pula, dan kadang juga mudah lemah.

Rani bisa merasakan detak jantung Ryan yang berdebaran. Ia suka detak jantung itu. Detak jantung yang suka ia dengarkan jika sedang lelah atau sedih. Ryan selalu menyediakan dada atau bahunya untuk sekadar bersandar, kapanpun ia butuh……(hal 60)

b. Antagonis
• Galih: Teman kuliah Rani yang dulu sempat berencana menikahinya, tapi gagal. Setelah kembali dalam kehidupan keluarga Rani, ia sempat berpikir untuk merebut Rani dari Ryan meski pada akhirnya ia sadar.
• Dea: Mantan kekasih Ryan, yang mash punya ambisi intuk menguasai Ryan setelah menikah dengan Rani, tapi akhirnya juga ia mengalami peristiwa yang membuatnya sadar dengan kesalahannya.
c. Tritagonis
• Siva: Sahabat Rani ketika ia masih menjadi pegawai di kantor biro arsitek Kan Petra. Lembut, baik hati, setia kawan dan siap membantu.

Setting :
Kebanyakan setting tempat yang terdapat dalam novel ini adalah kantir arsitek dan di rumah, selai di desa Rani. Setting waktu juga tergantung pada jalannya cerita, pagi, siang, sore, malam, semuanya digunakan. Secara tepat peremuan antara Rani dan Galih kembali adalah selang waktu 9 tahun setelah Rani lulus kuliah. Sedangkan suasana yang dipakai adalah romantis, senang, sedih, haru dan pertengkaran.
Nilai Didik :
Dalam novel Dilatasi Memori terdapat beberapa hal yang pantas dijadikan sebagai amanah, pesan atau nilai didik yang bisa dipetik oleh pembacanya. Nilai-nilai didik tersebut antara lain:
• Tentang bagaimana cara mendidik anak yang baik. Pendidikan kepada anak seharusnya tidak memaksakan pendidikan yang formal saja, bersatu dan bermain dengan alam akan membuat psikologi dan perkembangan mental anak menjadi lebih baik. Selain itu juga akan membuat anak untuk cinta pada alam di sekitarnya dan tidak hanya mengenal ilmu dari teori-teori yang dikenal di sekolahnya. Saat anak masih kecil juga jangan dijejali dengan teori-teori yang sudah pasti, tapi biarkan mereka bermain dalam dunianya sendiri agar imajinasi mereka bisa tersusun dengan baik sejak mereka kecil.
• Dalam kehidupan rumah tangga, dibutuhkan sikap setia dan percaya kepada pasangannya. Apalagi ketika ada ujian yang melanda rumah tangga tersebut, maka menjadi kewajiban kedua manusia yang ada di dalamnya untuk mempertahankan hubungan yang telah mereka jalin agar tetap utuh dan tidak terpisah. Sikap percaya dan setia inilah yang akan menjadi modal dalam mempertahankan rumah tangga mereka agar tetap tangguh selama ujian tersebut terjadi.
• Muhasabah atau evaluasi yang dilakukan dalam setiap hal yang telah dilakukan akan memberikan koreksi membangun yang diharapkan nantinya akan membuat langkah yang diambil selanjutnya adalah langkah yang lebih baik dan membawa kemajuan.
• Keteguhan hati sangat diperlukan saat menjalin hubungan agar tidak mudah memikirkan untuk berpaling kepada orang lain saat hati memang sudah berkomitmen untuk menjalin hubungan suami istri yang terjalin dalam ikatan suci, pernikahan.
• Persahabatan adalah sesuatu yang indah. Sahabat adalah seseorang yang bisa hadir saat kita membutuhkan mereka, meskipun kita hanya menceritakan keluh kesah dan masalah kita. Ia juga tempat kita berbagi suka kita.
• Memikirkan hal yang akan kita kerjakan dan kita putuskan akan lebih baik bagi langkah kita selanjutnya daripada mengambil keputusan yang gegabah sehingga membuat kita menyesal di akhir perjalanan. Jadi, pikiran yang panjang dan pertimbangan yang bijaksana sangat diperlukan untuk memutuskan yang terbaik bagi semua pihak.
• Segala sesuatu hendaknya disandarkan dan dipasrahkan kepada Allah SWT (tawakal) setelah usaha dan upaya yang dilakukan sebelumnya. Ini agar kita tidak merasa kecewa atas apa yang ternyata terjadi ke depannya nanti.
Penilaian terhadap novel:
Secara umum, novel ini sudah tersusun dengan baik karena penulis mampu menciptakan alur yang baik yang mampu memberikan kejutan tersendiri bagi pembaca saat membaca tiap lembarnya. Penulis juga mampu menggunakan bahasa yang baik, apalagi jika berkaitan dengan istilah-istilah arsitektur yang menjadi salah satu keunggulan dalam novel ini, yaitu penggunaan istilah arsitektur yang begitu menarik pembaca. Kemampuan yang seperti ini adalah karena penulis sendiri adalah seorang Mahasiswa Fakultas Teknik Arsitektur UGM sehingga tidak menjadi hal aneh jika penulis sangat menguasai istilah-istilah tersebut.
Hal lain yang menjadi kelebihan adalah penggambaran konflik dalam rumah tangga yang berjalan begitu manusiawi dan tidak terkesan dibuat-buat. Semua cerita yang disajikan adalah kejadian-kejadian yang mungkin sekali terjadi dalam kehidupan rumah tangga, sehingga dalam rumah tangga memang dibutuhkan sikap percaya, saling memahami, dan setia pada pasangan. Penulis ingin menyampaikan bahwa dalam rumah tangga harusnya dibutuhkan hal-hal tersebut untuk menghindari kesalahpahaman.
Yang menjadi kejanggalan dalam novel ini adalah tentang karakter Rani yang digambarkan bertentangan dalam beberapa bagian novel, yaitu saat terjadi badai dalam rumah tangga Ryan dan Rani. Penulis ingin menggambarkan tentang kondisi batin Rani yang memang mengalami konflik saat ujian tersebut. Tapi penggambaran yang begitu berbeda membuat pembaca bertanya, kenapa sifat Rani seakan bertolak belakang. Mungkin menjadi wajar karena Rani memang wanita biasa yang perasaannya juga gampang peka. Tapi dengan penggambaran watak yang sebelumnya, yaitu orang yang tahu betul tentang seluk beluk Islam dan sangat percaya dengan suaminya menjadi begitu mudah untuk mengucapkan kalimat seperti:…Persiapkan sarangmu. Aku akan segera terbang ke sana (hal 181)……kepada Galih, seseorang yang juga punya peran atas konflik keluarganya. Dengan penggambaran yang seperti itu, akan menjadi pertanyaan tentang karakter Rani apakah dia benar-benar mencintai Ryan ataukah masih punya hati dengan Galih. Sikap yang seperti ini meskipun memang mungkin terjadi pada wanita karena mereka makhluk yang lembut, tapi ungkapan yang digunakan dalam novel tersebut seakan-akan menggambarkan Rani yang ceroboh, sikap yang bertentangan dengan penggambaran sebelumnya.
Jadi, diperlukan kecermatan yang lebih bagi penulis untuk menciptakan karakter dari tokoh, agar gambaran di awal tidak bertentangan dengan bagian belakang cerita yang bisa menimbulkan pertanyaan bagi para penikmatnya.

8 komentar:

Anonim mengatakan...

bagus kritikannya... :p

Anonim mengatakan...

setujuuuuuuu sama pendapat tokoh rani yang dibikin awwaam dan jadinya aneh! aku gak relaaaaa ^^

ari nur mengatakan...

makasih As_Syita ...

Rufah mengatakan...

aku kagum banget ma penulis yg bisa mengangkat harkat umat islam bahwa qta juga bisa berkarya
salam manis buat ari nur utami teruslah berkarya

SAIFUL MAHLIL mengatakan...

da gak ebooknya,,??

Remaja mengatakan...

kasih tau alamat e_book.a.....

Anonim mengatakan...

sudah baca novel terbarunya ari nur utami belum? yang "sketsa". coba deh baca,pengin diskusi nih. membandingkan dengan novel dilatasi maupun diorama yang teramat jauh berbeda. saya tunggu yah.. salam kenal ^_^

Unknown mengatakan...

suka bangettt sama novelnya.... :-)