Pesan untukmu,,,

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun ? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.” (Anak Semua Bangsa-Pramudya Ananta Toer)

Jumat, Februari 18, 2011

Gedung Baru Itu lagi,, (...dan kali ini tentang nasib gedung lama...)

Sore ini aku ke kampus lagi. Belum banyak yang berubah. Sama seperti kebiasaanku, selalu saja ke kampus jika terlalu banyak pikiran tentang diri sendiri yang mengganggu dan meminta jawaban. Tidak pernah berharap bahwa dengan pergi ke kampus aku akan mendapatkan solusi atas masalah yang tengah dihadapi. Tetapi, justru sebaliknya aku ingin kembali dan melihat tempatku berkembang dulu. Mungkin dengan melihat jejak yang sedikit kubuat akan membuatku kuat. Bahwa aku pernah mengalami masa-masa tidak enak selama di kampus. Kampus menjadi satu tempat yang kupilih untuk mendapatkan pencerahan tentang hidup. Tentang hal-hal yang sering aku tanyakan untuk diriku sendiri, tentang jawaban yang kucari sendiri.
Sama seperti sore ini, menuju satu ruang kecil bersekat di kampusku. Ruang yang telah kutempati selama empat tahun terakhir saat ada di kampus. Satu ruang yang ada dalam bangunan kokoh bernama Gedung Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) FKIP UNS. Ruang kecil bersekat itu adalah LPM Motivasi. Aku selalu menyukainya, menganggapnya sebagai rumah pertamaku di kota perantauan ini. Terlalu berlebihan mungkin, tapi itu yang kurasakan selama tinggal di dalamnya. Ada keluarga, ada perdebatan, ada diskusi, ada tangis, ada gembira di sana. Ada bangga karena telah menjadi salah satu bagian darinya.
Dan sore ini berita yang kudengar dari adik-adik yang ada di sana sangat mengejutkanku. Bahwa gedung KBM yang telah menampug begitu banyak cerita perjuangan mahasiswa akan berubah fungsi menjadi kantin kampus. Pelaksanaannya akan melalui tahap tender dan sebagainya dan sebagainya. Pimpinan fakultas berdalih bahwa semua itu untuk kepentingan mahasiswa. Pun mahasiswalah yang akan mengurusi manajemen dan tetek bengeknya. (Perut mahasiswa mana yang akan dijadikan alasan untuk dipenuhi dengan makanan sedangkan kantin di kampus pun sudah tersebar di titik-titik tertentu? Itu pertanyaan pertama dariku). Apakah mahasiswa masih kurang sibuk sehingga harus mengurusi manajemen dan pengelolaan kantin kampus??? Itu pertanyaan selanjutnya yang keluar nakal dari pikiranku.

 Ide dan pemikiran yang sangat tidak masuk akal menurutku. Apalagi itu dilemparkan oleh pimpinan fakultas kepada mahasiswanya. Konyol. Apakah mereka yang lulusan luar negeri dan sudah melakoni banyak kegiatan di luar (bahkan beberapa pernah mengaku sebagai mantan aktivis kampus) tidak punya rasa untuk menilai seberapa pentingkah nilai Gedung tersebut sehingga dapat dengan mudah mengganti fungsinya ‘hanya’ sebagai kantin saja? Kupikir, jika mereka mau memutar otak sedikit saja mereka akan banyak mendapatkan ide bahwa jika memang ingin diubah fungsinya, gedung tersebut bisa menjadi ruang lain yang lebih berguna dan lebih bermanfaat bagi mahasiswa. Sekre HMP/HMJ misalnya, beberapa di antara mereka masih belum memiliki ruang yang layak. Ruang referensi perpustakaan FKIP misalnya, mengingat bahwa perpustakaan FKIP terlalu sempit untuk menampung mahasiswa yang berkunjung dan skripsi yang bertambah tiap tahunnya, mungkin tiap bulannya. Atau ide-ide lain yang cukup brilian dan pantas keluar dari otak ‘luar negeri’ mereka. Bapak-bapak yang terhormat itu dan mungkin teman-teman kita sendiri yang tidak ikut ambil pusing, mungkin memang tidak pernah merasakan dan menilai seberapa besar arti kenangan perjuangan yang ada dalam gedung KBM. Aku sungguh-sungguh sedih!
Tidak terbayangkan jika kebijakan itu benar-benar terjadi. Maka, aku akan mendapatkan tempat yang dulu sering kujadikan sebagai tempat lembur sampai pagi demi menghasilkan terbitan kampus tergantikan dengan pemandangan sampah yang menumpuk atau tikus yang berseliweran. Aih,,,menjijikkan! Aku tidak ingin itu terjadi. Tentu saja lebih aku tidak ingin kehilangan sosok gedung yang berdiri megah di tengah-tengah kampus itu. Gedung yang telah banyak memiliki cerita perjuangan mahasiswa.
Semua ini adalah konsekuensi atas berdirinya gedung kegiatan mahasiswa yang baru. Gedung yang sejak awal pendiriannya banyak menghasilkan pertanyaan bagi mahasiswa-atau kalau mau disempitkan adalah bagi kami yang menempati ruang kecil bersekat itu. Dana yang tidak transparan, pembangunan yang molor, pembagian tempat yang belum jelas, dan sebagainya. Bahkan kesemrawutan itu masih berlangsung hingga sekarang, ketika pimpinan fakultas mengatakan bahwa gedung baru itu siap untuk ditempati. Unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang berada di gedung KBM lama harus pindah tempat -digusur- dan menempati tempat-tempat yang sudah di-setting oleh pimpinan fakultas. Gedung memang telah selesai dibangun dan mereka punya kuasa untuk memindahkan UKM ke gedung yang baru. Tetapi, dalam hal ini pun menurutku mahasiswa harus punya sikap. Seperti pertanyaan-pertanyaan sederhana tadi yang keluar dari otakku. Harus ada sikap!
Jika mereka yang menghuni gedung KBM lama hanya pasrah saja, tentu saja pimpinan fakultas akan tertawa dan ongkang-ongkang kaki. Tidak ada yang mempertanyakan kebijakan mereka yang harusnya dikritisi. Ini bukan tentang menjadi anak manis atau tidak di depan pimpinan fakultas. Tapi mahasiswa yang manut saja dengan pimpinan fakultas yang sedang ‘berbelok’ tentu saja ia hanya mahasiswa yang memiliki predikat ‘bebal’. Kawan, status ‘mahasiswa’ ini terlalu kerdil jika hanya kalian gunakan untuk berlaku manis di hadapan Bapak-Bapak’ kita itu. Kalian harus bersuara, kalian harus menentukan sikap. Kalian harus melakukan aksi kalau perlu!
Sejenak, lupakanlah pengotakan bidang yang menjadi fokus perhatian UKM masing-masing. Harusnya ini menjadi isu bersama karena ada kepentingan mahasiswa yang dibawa di sana. Mahasiswa, bukan sekadar kepentingan BEM, DEMA, LPM, Mapala, Teater, UKM seni, atau UKM keagamaan. Ini penting untuk mahasiswa. Ini penting untuk membuat kalian bersatu lagi dalam satu wadah bersama. Tidak ada lagi UKM ini dan itu. Tidak ada lagi lembaga eksekutif atau legislatif. Mungkin kali ini saja. Bukankah kali ini lebih baik begitu? Menurutku.
***
Kembali ke kampus lagi. Itu berarti sama dengan melihat lembaran yang pernah terjadi ketika aku masih ada di sini. Rasanya ingin selalu bisa menjadi satu bagian dalam setiap gerak di sini. Tapi, aku sadar bahwa bukan saatnya lagi aku untuk ada di sini. Tapi yang kuingini adalah bahwa kampus tetap mampu membentuk manusia sejati. Bukan sekadar slogan tentang pendidikan berkarakter yang tanpa bukti!
Kembali ke kampus lagi, dan kenangan-kenangan masa lalu itu masih ingin kunikmati. Di sini, di ruang kecil bersekat ini....

16 Februari 2010
Setelah dari kampus, 23.20

Tidak ada komentar: