Pesan untukmu,,,

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun ? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.” (Anak Semua Bangsa-Pramudya Ananta Toer)

Minggu, Januari 02, 2011

untuk sahabat kecilku.....

Selalu saja wajahnya yang nampak ketika sepi benar-benar menjadi temanku seperti saat ini. Selalu saja senyum polosnya, dengan cengiran khas ala anak desa. Wajah tanpa dosa yang selalu ia tawarkan meski baru saja ia melakukan kesalahan. Ya, begitulah cara yang dilakukannya untuk meminta maaf. Tanpa mengucapkan maaf, hanya nyengir saja…
Selalu saja wajahnya yang muncul ketika tidak ada teman yang menemaniku. Sama seperti saat ini. Dan selalu saja aku rindu dengan tawa dan suara khasnya yang membuatku ingin sekali menjitak kepalanya. Ya, harus kuakui bahwa aku juga selalu usil padanya. Aku rindu padanya….
Dia teman kecilku. Sahabat yang kukenal sejak aku mulai mengenal kata itu. Terkadang aku berpikir, mengapa harus menjadi dewasa. Mengapa kita tidak menjadi anak kecil saja selamanya. Terperangkap dalam tubuh dan masa itu. Kemudian kami akan tertawa lepas dan bermain tanpa mengenal waktu. Tanpa menjadi dewasa yang membuat kami masing-masing harus memikirkan hidup dengan permasalahannya. Perkara remeh temeh sampai yang membuat pusing kepala karena nalar dan logika yang harus keras berupaya.
Sering aku membuat pengandaian seandainya waktu berhenti saja pada masa kanak-kanak, tentu aku dapat menikmati hujan lagi bersama dia dan teman-teman kecilku lainnya tanpa memikirkan orang lain yang memandang kami curiga. Aku dan dia akan tetap bisa bermain bersama tanpa memikirkan bahwa kami berbeda. Bahwa aku perempuan dan dia pria. Ya, terkadang ini yang membuatku bertanya. Mengapa aku dan dia harus berbeda hingga norma yang ada melarang kami untuk selalu bersama. (Kuakui bahwa aku memang tidak punya banyak teman wanita. Waktu kecil dulu aku lebih suka berteman dengan anak laki-laki karena mereka bisa bebas bergerak ke mana saja. Dan sekarang, inilah konsekuensinya, bahwa aku tidak banyak punya teman wanita di tanah kelahiranku…. )
Sekarang masa itu sudah terlewat sudah. Masing-masing kami telah dewasa. Aku dan dia pada usia yang bergerak pasti menuju tua. Dan sekarang ini karena telah sadar dengan usia yang menjadi dewasa aku tidak lagi bisa bebas dengannya. Bercerita tentang laut dan senja. Sekarang ini bahkan sering kutahan keinginan meski sangat ingin bercerita dengannya….
Dia sahabat kecilku. Dan akan selamanya menjadi sahabatku. yang akan selalu menemaniku meski hanya senyumnya saja yang teringat ketika tertutup mataku …..


*tidak tahu kenapa, tapi tiba-tiba saja ingin membuat sebuah coretan tentangmu…
Aku rindu senyum nakalmu…..

Tidak ada komentar: